Tampilkan postingan dengan label This is real. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label This is real. Tampilkan semua postingan
Posted on 15.13

Lakon Menang Kari


LAKON MENANG KARI


Alhamdulillah.. Masih diberi kesempatan incip-incip malam di  Warung Sedap Malam Rawon Kalkulator “TABUN” . Sebelum kesini kami berempat berziarah dulu ke makan Sunan Ampel. Sebenarnya ini dalam rangka melaksanakan nadzar setelah diterimanya kakak sulungku di Universitas Airlangga Surabaya. Sebagai ucapan syukur saja. Karena saya apalagi kakak saya hampir saja putus asa karena sampai dengan tanggal 17 Juli 2012 kakak cuma diterima di Universitas Surabaya. Belum ada satu pun universitas negeri yang kecantol sama kakak.
Keesokan harinya, tanggal 18 Juli 2012 di malam hari kakak jingkrak-jingkrak dan bersorak gembira, “Yah, aku diterima di Unair yah. Tuh kan, akhirnya aku bisa masuk universitas negeri!!”. Ayah turut senang. Malah sujud syukur atas berkah yang tak disangka-sangka. Nah saya sebagai adek yang meragukan kemampuan kakak, sedikit nggak percaya dan menggodanya, “Ah masak iya sih mas?” dengan semangat yang membara (ceileh) kakak menari-narikan jarinya di atas tuts keyboard. Dan taraaa…

"Selamat Adam Muhammad
Anda diterima di program studi S1 Sistem Informasi
Universitas Airlangga
Program Penerimaan : MANDIRI I
Tahun Ajaran 2012   /2013
“Wah selamat ya kakak sulungku!!” ucapku sambil mengusap-usap rambutnya. Nah ini baru kakaknya Farah. Tak lupa, ibu memberinya pesan, “Lagi-lagi kamu beruntung nak. Impianmu kini telah terwujud. Sekarang saatnya kamu membuktikan pada kita semua kalau kamu pantas berkuliah disini. Tunjukkan semangatmu. Prestasimu dan lebih tingkatkan ibadahmu ya nak! Jangan sampai D.O!”
Orang-orang zaman sekarang otaknya seperti sudah ter mindset bahwa seseorang anak apabila berkuliah di PT Negeri akan mendapat predikat "WOW kamu pintar nak!". Sementara seseorang anak yang kuliahnya di PTS (Perguruan Tinggi Swasta) mendapat julukan dari mereka "Wah, gak pinter berarti arek iku!". Hey, C'mon! Hal apa yang membuat kalian berpikiran seperti itu. Pikiran itu sudah kuno. Sebaiknya sebelum menjudge seperti itu, ada baiknya dipikirkan matang-matang terlebih dahulu. Yuk diambil contoh, rata-rata pengusaha-pengusaha yang berhasil mengembangkan sayap bisnisnya berasal dari perguruan tinggi mana? Kebanyakan swasta kan? Nah selanjutnya bisa kalian pikirkan sendiri. Sudah pantaskah mindset diatas (yang saya beri warna merah dan ungu)?

Back to the point, Saya rasa dia pantas mendapat anugerah ini. Karena saya yang paling tau ketimbang orang-orang lain diluar sana tentang usaha-usaha yang kakak lakukan. Berbagai tes masuk perguruan tinggi negeri Ia ikuti. Browsing informasi kesana kemari, buka website a, buka website z dan lain sebagainya semua Ia lakukan. Yang saya salut dari kakak adalah dia nggak putus asa dan pasrah begitu saja dengan nasibnya yang nggak mendapatkan Tiket SNMPTN Jalur Undangan. Tetapi justru malah semangat. Dari tes menjadi Kadet yang gagal di tengah jalan, tes di ITS, tes kemitraan dengan PLN, dsb. Sekarang pertanyaan orang-orang diluar sana terjawab sudah. “Lakon menang keri”





Wonocolo, 19 Juli 2012
(Tulisan ini dibuat bukan dengan tujuan membangga-banggakan seorang kakak. Tetapi memberi semangat kepada reader bahwa Insyaallah ada jalan, asalkan kau mau mencari dan membuka jalan itu sendiri. Cheer up ya gays!)

Peace love,
Fame
Read More

Posted on 00.32

Guruku Terbang

Guruku Ke USA


Kabar gembira itu datang tanpa diduga sekalipun, “And the first winner and will be going to USA is.....Mey,” begitu nama Mey disebut sebagai juara pertama terdengar teriakan teman-teman sekolahku, “Yey bu Meylinda menang!!”. Sang pemilik nama pun kaget dan sama sekali tak menyangka bahwa, Ialah sang pemenang. Hal pertama yang Ia lakukan adalah sujud syukur, berterima kasih pada Tuhan atas keberuntungan yang ia peroleh. Dengan pedenya Ia maju kedepan panggung sebentar saja lalu kembali ke sisi panggung untuk menyalami teman-teman sesama peserta lomba. Terlihat jelas sekali kebahagian dari raut wajahnya. Atas kemenangannya itu ia berhak atas hadiah homestay ke Amerika. Tak hanya itu dia juga telah menyumbang medali emas untuk sekolah dalam acara konveksi anak muda terbesar di Indonesia.
*
“Ibu itu nggak nyangka loh dek bisa menang,” kata Bu Meylinda ketika salah seorang muridnya bertanya soal kemenangan yang ia raih. Dek, Adalah panggilan akrab Meylinda pada semua murid-muridnya. Meylinda tak ingin anak didik di sekolahnya merasa ada kesenjangan yang mencolok antara guru dengan murid. Inilah salah satu caranya agar cepat akrab dengan muridnya, sehingga apabila ada suatu masalah yang dihadapi muridnya, ia bisa segera masuk dan mendengar curahan hati anak didiknya. Anak didiknya pun sebaliknya, menganggap Meylinda tak hanya sebagai guru, tetapi juga sebagai kakak perempuan.
“Bu Mey, ceritain dong jalan cerita menuju USA nya?” tanya seorang murid lagi.
“Hhm boleh boleh, tapi setelah itu kita latihan soal buat ujian ya?” jawabnya ramah.
Murid-murid menjawab serempak, “Okedeh..” cerita pun dimulai.
“Begini nak, beberapa hari yang lalu..” Bu Meylinda mulai menceritakan kisahnya. Ia memejamkan mata dan mencoba flashback ke 3 hari yang lalu, saat Ia dinyatakan sebagai pemenang utama.
“Pak Oman kasih pengumuman, katanya ada lomba khusus guru gitu dan syarat-syaratnya di skip ya adek-adek?” tanpa menunggu jawaban dari murid-muridnya.
“Kalo ibu beberin panjang nantinya. Ibu galau mau ikutan nggak, kalaupun iya waktu yang ada mepet sekali dek. Siang dikasih tau, malamnya udah deadline pengumpulan terakhir. Kalau Bu Mey nggak ambil, sayang rasanya dek.” Kini Bu Mey membuka matanya.
Murid-murid SMA 987 terlihat menyimak dengan penuh semangat setiap kata demi kata yang dirangkai menjadi sebuah cerita pengalaman oleh guru mereka, Bu Mey.
“Bu Mey pasrahkan hasilnya sama yang diatas. Keesokan harinya pas di sekolah, kok banyak yang ngasih ucapan selamat ke Ibu. Setelah ibu nanyain ke salah seorang temenmu, dia jawab nama ibu ada di koran. Ibu masuk sepuluh besar, sekali lagi selamat ya bu.” 



Foto Para Pemenang Deteksi Teacher Competition 2k12



Yang ditengah itu guruku, Ibu Medina Andini (Mey)
Read More

Tampilkan postingan dengan label This is real. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label This is real. Tampilkan semua postingan

Lakon Menang Kari


LAKON MENANG KARI


Alhamdulillah.. Masih diberi kesempatan incip-incip malam di  Warung Sedap Malam Rawon Kalkulator “TABUN” . Sebelum kesini kami berempat berziarah dulu ke makan Sunan Ampel. Sebenarnya ini dalam rangka melaksanakan nadzar setelah diterimanya kakak sulungku di Universitas Airlangga Surabaya. Sebagai ucapan syukur saja. Karena saya apalagi kakak saya hampir saja putus asa karena sampai dengan tanggal 17 Juli 2012 kakak cuma diterima di Universitas Surabaya. Belum ada satu pun universitas negeri yang kecantol sama kakak.
Keesokan harinya, tanggal 18 Juli 2012 di malam hari kakak jingkrak-jingkrak dan bersorak gembira, “Yah, aku diterima di Unair yah. Tuh kan, akhirnya aku bisa masuk universitas negeri!!”. Ayah turut senang. Malah sujud syukur atas berkah yang tak disangka-sangka. Nah saya sebagai adek yang meragukan kemampuan kakak, sedikit nggak percaya dan menggodanya, “Ah masak iya sih mas?” dengan semangat yang membara (ceileh) kakak menari-narikan jarinya di atas tuts keyboard. Dan taraaa…

"Selamat Adam Muhammad
Anda diterima di program studi S1 Sistem Informasi
Universitas Airlangga
Program Penerimaan : MANDIRI I
Tahun Ajaran 2012   /2013
“Wah selamat ya kakak sulungku!!” ucapku sambil mengusap-usap rambutnya. Nah ini baru kakaknya Farah. Tak lupa, ibu memberinya pesan, “Lagi-lagi kamu beruntung nak. Impianmu kini telah terwujud. Sekarang saatnya kamu membuktikan pada kita semua kalau kamu pantas berkuliah disini. Tunjukkan semangatmu. Prestasimu dan lebih tingkatkan ibadahmu ya nak! Jangan sampai D.O!”
Orang-orang zaman sekarang otaknya seperti sudah ter mindset bahwa seseorang anak apabila berkuliah di PT Negeri akan mendapat predikat "WOW kamu pintar nak!". Sementara seseorang anak yang kuliahnya di PTS (Perguruan Tinggi Swasta) mendapat julukan dari mereka "Wah, gak pinter berarti arek iku!". Hey, C'mon! Hal apa yang membuat kalian berpikiran seperti itu. Pikiran itu sudah kuno. Sebaiknya sebelum menjudge seperti itu, ada baiknya dipikirkan matang-matang terlebih dahulu. Yuk diambil contoh, rata-rata pengusaha-pengusaha yang berhasil mengembangkan sayap bisnisnya berasal dari perguruan tinggi mana? Kebanyakan swasta kan? Nah selanjutnya bisa kalian pikirkan sendiri. Sudah pantaskah mindset diatas (yang saya beri warna merah dan ungu)?

Back to the point, Saya rasa dia pantas mendapat anugerah ini. Karena saya yang paling tau ketimbang orang-orang lain diluar sana tentang usaha-usaha yang kakak lakukan. Berbagai tes masuk perguruan tinggi negeri Ia ikuti. Browsing informasi kesana kemari, buka website a, buka website z dan lain sebagainya semua Ia lakukan. Yang saya salut dari kakak adalah dia nggak putus asa dan pasrah begitu saja dengan nasibnya yang nggak mendapatkan Tiket SNMPTN Jalur Undangan. Tetapi justru malah semangat. Dari tes menjadi Kadet yang gagal di tengah jalan, tes di ITS, tes kemitraan dengan PLN, dsb. Sekarang pertanyaan orang-orang diluar sana terjawab sudah. “Lakon menang keri”





Wonocolo, 19 Juli 2012
(Tulisan ini dibuat bukan dengan tujuan membangga-banggakan seorang kakak. Tetapi memberi semangat kepada reader bahwa Insyaallah ada jalan, asalkan kau mau mencari dan membuka jalan itu sendiri. Cheer up ya gays!)

Peace love,
Fame

Guruku Terbang

Guruku Ke USA


Kabar gembira itu datang tanpa diduga sekalipun, “And the first winner and will be going to USA is.....Mey,” begitu nama Mey disebut sebagai juara pertama terdengar teriakan teman-teman sekolahku, “Yey bu Meylinda menang!!”. Sang pemilik nama pun kaget dan sama sekali tak menyangka bahwa, Ialah sang pemenang. Hal pertama yang Ia lakukan adalah sujud syukur, berterima kasih pada Tuhan atas keberuntungan yang ia peroleh. Dengan pedenya Ia maju kedepan panggung sebentar saja lalu kembali ke sisi panggung untuk menyalami teman-teman sesama peserta lomba. Terlihat jelas sekali kebahagian dari raut wajahnya. Atas kemenangannya itu ia berhak atas hadiah homestay ke Amerika. Tak hanya itu dia juga telah menyumbang medali emas untuk sekolah dalam acara konveksi anak muda terbesar di Indonesia.
*
“Ibu itu nggak nyangka loh dek bisa menang,” kata Bu Meylinda ketika salah seorang muridnya bertanya soal kemenangan yang ia raih. Dek, Adalah panggilan akrab Meylinda pada semua murid-muridnya. Meylinda tak ingin anak didik di sekolahnya merasa ada kesenjangan yang mencolok antara guru dengan murid. Inilah salah satu caranya agar cepat akrab dengan muridnya, sehingga apabila ada suatu masalah yang dihadapi muridnya, ia bisa segera masuk dan mendengar curahan hati anak didiknya. Anak didiknya pun sebaliknya, menganggap Meylinda tak hanya sebagai guru, tetapi juga sebagai kakak perempuan.
“Bu Mey, ceritain dong jalan cerita menuju USA nya?” tanya seorang murid lagi.
“Hhm boleh boleh, tapi setelah itu kita latihan soal buat ujian ya?” jawabnya ramah.
Murid-murid menjawab serempak, “Okedeh..” cerita pun dimulai.
“Begini nak, beberapa hari yang lalu..” Bu Meylinda mulai menceritakan kisahnya. Ia memejamkan mata dan mencoba flashback ke 3 hari yang lalu, saat Ia dinyatakan sebagai pemenang utama.
“Pak Oman kasih pengumuman, katanya ada lomba khusus guru gitu dan syarat-syaratnya di skip ya adek-adek?” tanpa menunggu jawaban dari murid-muridnya.
“Kalo ibu beberin panjang nantinya. Ibu galau mau ikutan nggak, kalaupun iya waktu yang ada mepet sekali dek. Siang dikasih tau, malamnya udah deadline pengumpulan terakhir. Kalau Bu Mey nggak ambil, sayang rasanya dek.” Kini Bu Mey membuka matanya.
Murid-murid SMA 987 terlihat menyimak dengan penuh semangat setiap kata demi kata yang dirangkai menjadi sebuah cerita pengalaman oleh guru mereka, Bu Mey.
“Bu Mey pasrahkan hasilnya sama yang diatas. Keesokan harinya pas di sekolah, kok banyak yang ngasih ucapan selamat ke Ibu. Setelah ibu nanyain ke salah seorang temenmu, dia jawab nama ibu ada di koran. Ibu masuk sepuluh besar, sekali lagi selamat ya bu.” 



Foto Para Pemenang Deteksi Teacher Competition 2k12



Yang ditengah itu guruku, Ibu Medina Andini (Mey)